Bencana kebakaran terjadi di Geria Baru Manuaba, Banjar Tegal, Dusun Tulikup, Kecamatan Gianyar, Rabu pagi (16/7/2025).
Api melahap pojok ruang penyimpanan fasilitas upakara yang berada disebelah barat merajan. Untung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi rugi material ditaksir capai Rp5 juta.
Kebakaran pertama kalinya diketahui sekitaran jam 07.15 Wita. Berdasar info saksi, api diperhitungkan asal dari kompor yang berpijar saat satu diantara yang tinggal di rumah membuat kopi.
Api selanjutnya menyikat peralatan upacara yang dibuat berbahan gampang kebakar seperti janur, bambu, dan kain upakara.
Saksi yang ada di sekitaran lokasi sebelumnya sempat dengar suara hidup api dan selekasnya memberitahukan yang tinggal di rumah. Mereka bersama coba mematikan api memakai alat seadanya, tetapi kobaran api telanjur jadi membesar.
Pemilik rumah, Ida Bagus Besar Kode Adnyana Putra, 35, masyarakat Banjar Tegal, selekasnya mengontak petugas pemadam kebakaran. Tidak berlalu lama, sekitaran jam 07.30 Wita, dua unit mobil Damkar dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar datang di lokasi dan secara langsung lakukan pemadaman. Api sukses dipadamkan seutuhnya pada jam 07.50 Wita.
Kepolisian yang tiba ke lokasi peristiwa secara langsung lakukan olah tempat peristiwa kasus (TKP) dan mintai info beberapa saksi. Polisi pastikan tidak ada elemen tersengajaan dalam peristiwa itu.
“Yang kebakar adalah pojok ruang memiliki ukuran 4 x 8 mtr. yang dipakai untuk simpan peralatan upakara. Kerugiannya sekitaran 5 juta rupiah,” ungkapkan petugas di lokasi.
Faksi keluarga korban sudah terima kejadian ini sebagai bencana dan mengatakan tidak meneruskan pada proses hukum. Meskipun begitu, aparatur masih tetap jalankan proses standard dengan mendokumenkan peristiwa dan pastikan tidak ada imbas kelanjutan dari kebakaran itu.
Perbekel Dusun Tulikup I Made Ardika benarkan ada kebakaran itu. “Warga disarankan lebih waspada dalam pemakaian api di lingkungan rumah, khususnya di dekat beberapa bahan yang gampang kebakar, untuk menghambat kejadian sama terulang lagi,” ujarnya. [*]